"Janganlah engkau marah, niscaya bagimu surga". (Hadits Shahih, Riwayat Ibnu Abid Dunya, Lihat Shahiihul jaami' no. 7374). * * * Setelah dipikir-pikir dan dipertimbangkan dengan matang. Akhirnya Shyifa mengerti dan paham. Sesungguhnya, yang memesan makanan itu memang big bos nya, pak Fatih dan tidak ada sangkut pautnya dengan Bu Dijah.
ﻻ تغضب ولك الجنة = JANGAN MARAH, BAGIMU SURGA. www.pa-manna.go.id | Senin (05/28), tetap dengan semangat Senin dengan rasa Jum'at, "Janganlah engkau marah..", adalah kalimat pembuka kuliah 7 menit ini. Beliau menyampaikan bahwa itu adalah kutipan jawaban yang diberikan Rasulullah ketika ada yang bertanya kepadanya
Oleh: Hamid Abud Attamimi Aktivis Dakwah dan Pendidikan, tinggal di Cirebon KEMPALAN: Menjadi tua adalah fitrah atau keniscayaan, tetapi tidak dengan menjadi dewasa, karena menjadi dewasa atau identik dengan lebih matang dalam berpikir dan berperilaku, adalah pilihan. Karena ia sebuah pilihan, maka karena pemahaman yang salah tentang arti kedewasaan, sering berujung pada kesalahan dalam
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda " Janganlah engkau marah, niscaya bagimu surga." Hadits tersebut menunjukkan tentang keutamaan menahan amarah. Karena, menuruti amarah menimbulkan banyak kejelekan dan penyesalan. Serta, menghalangi dari berbagai kebaikan yang ada apabila bersabar dan menahan amarah.
.
janganlah engkau marah niscaya bagimu surga